GATA
Oleh Rita Lindiasari
Sendu
Senja yang penuh tawa berubah duka dalam sepersekian detik
Cakrawala seolah memberi penanda dengan kelamnya suasana
Raungan sarat akan luka
Tangisan penuh rasa takut saling bersahutan
Bulir bening berpacu hendak membumi
Kesadaran perlahan lenyap
Kehangatan yang selalu ada lenyap dalam sekejap mata
Kehampaan menjumpai diri yang penuh rasa bersalah
Sesak berkepanjangan menggerogoti kalbu
Nyatanya waktu tak dapat membantu
Sesak itu semakin menggila
Ingatan terus berputar bak teguran dan peringatan
Lamunan penyesalan telah menjadi rutinitas keseharian
Satu cahaya kini telah berlalu pergi
Bersama kepingan hidup yang tak akan pernah terganti

