Kartini sendiri ialah anak ke- 5 dari 11 bersaudara, dari pasangan Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat dan M.A. Ngasirah. Karena ia diberi pendidikan barat sejak kecil, akhirnya ia bisa berbahasa Belanda. Oleh karena itu, dia sering kali mengirim surat kepada temannya yang ada di Belanda. Di dalam surat nya, ia sering membahas mengenai kehidupan sosial terutama kehidupan wanita pribumi. Ia mengeluarkan keluh kesahnya tentang bagaimana kebudayaan Jawa yang menurutnya menghambat kemajuan wanita. Ada sebuah buku yang isinya merupakan surat surat Kartini yaitu buku yang berjudul "Habis Gelap Terbitlah Terang". Keseluruhan cerita dari perjuangan Kartini kalian dapat mengunjungi https://id.wikipedia.org/wiki/Kartini
![]() |
| Raden Ajeng Kartini |
Pada zaman sekarang, para remaja dan wanita Indonesia, merupakan Kartini Indonesia yang wajib memperjuangkan hak asasi wanita dan juga harus mengharumkan nama baik Indonesia. Baik itu berprestasi di dalam negeri maupun di luar negeri. Dan kita selaku penerus bangsa alangkah baiknya mencontoh apa yang dilakukan oleh Ibu kartini, dengan cara berusaha untuk menjadi wanita yang dapat membanggakan keluarga dan juga dapa menjadi kebanggaan bangsa dan negara.
Dalam kehidupan ini, pasti kita memiliki panutan untuk menjadi acuan untuk menjadi lebih baik. Dan bagiku, itu adalah Kartini. Tapi yang aku maksud bukan Raden Ajeng Kartini, melainkan Kartiniku. Ya, Kartini ku. Kartini ku adalah Ibuku, Ibu yang selalu ada untukku. Aku ingin menjadikan Ibuku sebagai Kartini ku karena ia selalu berusaha yang terbaik bagi anak - anaknya dan orang - orang di sekitar nya. I Love You Bu :)

